HADIST TENTANG ANJURAN IBADAH AQIQAH

Berdasarkan data Mu’ jamal- Mufahras li al- fazhal Hadits an- Nabawi, dengan memakai kata kunci hingga diperoleh data kalau hadits tersebut diriwayatkan oleh 3 orang mukharrij, ialah Abu daud, Addarimi serta Ahmad bin Hanbal( Wensink, 1943: 313). Dalam kajian ini penulis memilah satu diantara 3 kitab yang disebutkantersebut ialah hadits yang ada dalam kitab Sunan Abi Daud( Daud, tt: 106).

Ada pula Bacaan haditsnya selaku berikut: Arti MufradatKata““ berarti seseorang anak yang baru lahir, hingga dia jadi berusia( Manzur, tt: 3289). Sebaliknya““( Aqiqah) berasal dari kata‘ Aqqayang berarti mencukur. Ataupun menyembelihkan kambing. Arti Hadits“ Tiap anak tergadai dengan aqiqahnya metode aqiqah ”, artinya adalahbahwa bapaknya terhalangi menemukan syafa’ at dari anaknya yang belum diaqiqahkan.

Sebaliknya Arti Asli aqiqahadalah rambut yang terdapat di kepala balita yang barulahir( Manzur, tt: 3044). Kata“”( Rahana): menetapnya suatu, tertahan haknya ataupun bukan haknya. Hendak namun dalam hadits ini iktikad tertahan haknya merupakan tergadaihaknya saat sebelum diaqiqahkan( Ahmad, tt: 452). Dalam Kamus Lisan al-‘ Arab, kata rahanaberarti menggadaikan suatu, tergadainya sebab kotoran di rambut sang anak( Manzur, tt: 1757), oleh sebab ituMakna Ijmali HaditsHadits ini menarangkan tentang berartinya syari’ at Aqiqah,

iamerupakan sesuatu sembelihan yang dilaksanakan berkaitandengan lahirnya seorang, baik pria maupun wanita cocok dengan ketentuan- ketentuan syara’. Bila sudah lahir seseorang balita pria ataupun wanita hingga orangtua balita tersebut, disunnahkan mengaqiqahi anaknya dengan metode menyembelihkan 2 ekor kambing buat anak pria serta satu ekor kambing buat anak wanita. Hingga arti aqiqah secara universal merupakan menyembelih kambing buat anak pada hari ketujuh dari hari kelahirannya.

Muhammad bin Al- Mutsannaa bin Ubaid Dia merupakan Muhammad bin Mutsanna bin‘ Ubaid. Dia diketahui selaku Abu Musa al- Bashri pada zamannya. Guru dia merupakan Abdullah bin Idris, Abu Muawiyah, Khalid din Warits, Yazid bin Zurai’, Husainn bin Hasan Bisry Jasa aqiqah Jakarta dan Bekasi ,

Mu’ tamar, Hafs bin Giyas, Ishaq bin Yusuf, abu Nu’ man al- Ajaly, Hamad bin Sahl, Muhammad bin Fadil, Husain bin Jurair, Ibnu Uyainah, Abdullah alTsaqafy, Abdullah bin Hamran, Abdul A’ la, Muhammad bin Abdullah alAnshary, Ja’ far, Muhammad bin Harun, makiy bin Ibrahim, serta ulama yang yang lain. Sebaliknya muridnya yakni Jama’ ah, Abu ya’ la ahmad bin ali bin angkatan laut(AL) mutsanna, abu arubah angkatan laut(AL) husain bin muhammad alharrani, dan yang yang lain.

Abdullah bin Ahmad bin hanbal berkata kalau dia merupakan Tsiqah. Abu Saad al- Harawi di tanya oleh Az- Zahaly tentang dia, serta Dia berkata kalau( Muhammad bin alMutsanna) dia itu Hujjah. Ibnu Hibban menuliskan namanya dalam kitab Ats- Tsiqaat. Diucap pula kalau dia Tsiqah serta Tsabat. Dia lahir pada tahun 167 Hijriyah, serta meninggal pada 252 Hijriyah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *